Terbuka di tab baru
A circular graphic featuring evenly spaced vertical bars around an empty center.

Tim Penggerak

Temui para pemimpin visioner yang menggerakkan misi Karsa City Lab untuk mengangkat kota-kota Indonesia di panggung global.

Pakar

  1. Intelektual pada isu urban, yang memadukan kepakaran teknokratik dengan wawasan global, untuk terus mendorong terwujudnya kota yang tangguh, inklusif, dan berbasis pengetahuan.

    Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di bidang infrastruktur, perencanaan spasial, dan pengembangan wilayah, ia pernah menjabat sebagai Wakil Presiden di Asian Development Bank dan menjadi Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara pertama, sekaligus Utusan Khusus Presiden untuk kemitraan global pembangunan IKN. Meraih gelar doktor dari UC Berkeley, ia kini menjadi penasihat bagi berbagai lembaga internasional seperti UCLG ASPAC, Bloomberg New Economy Council, dan Tech for Good Institute.

  2. Antropolog perempuan yang memadukan keilmuan sosial dengan komitmen terhadap kesetaraan gender dan kebijakan berbasis budaya, memperjuangkan pembangunan yang adil, inklusif, dan berakar pada nilai-nilai kemanusiaan.

    Dengan latar belakang akademik yang kokoh di Universitas Indonesia hingga meraih gelar doktor dan jabatan Guru Besar Antropologi, ia telah berkiprah lebih dari empat dekade di bidang pendidikan, riset, dan kebijakan publik. Ia menjabat sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dalam Kabinet Indonesia Bersatu (2004–2009), berperan dalam pengesahan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Aktivismenya turut tercermin dalam kepemimpinannya di Yayasan Hatta, serta konsistensinya dalam mengarusutamakan integritas budaya dan peran perempuan dalam pembangunan nasional.

  3. Reformis ekonomi berwawasan global, perancang kebijakan strategis dengan pengalaman luas di sektor keuangan internasional, perdagangan, dan tata kelola investasi. Dikenal sebagai figur yang konsisten mendorong keterbukaan ekonomi Indonesia serta memperkuat peran negara dalam lanskap ekonomi global.

    Alumnus Harvard University ini memulai karier di Morgan Stanley dan Deutsche Bank sebelum mengemban peran publik sebagai Menteri Perdagangan Republik Indonesia (2015-2019) dan pimpinan otoritas investasi nasional. Kini, berkontribusi dalam dialog kebijakan global melalui Institute for International Strategic Studies, juga mendirikan Consilience Policy Institute sebagai wadah pengembangan pemikiran kebijakan strategis.

  4. Eksekutif profesional dengan rekam jejak panjang dalam manajemen aset dan kepemimpinan korporasi, dikenal atas komitmennya pada transparansi tata kelola berbasis performa di sektor publik.

    Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di berbagai posisi strategis: Mulai dari Partner di PwC Indonesia hingga Direktur SDM & Manajemen Aset di Pertamina, ia kemudian memimpin PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai Direktur Utama (2018–2021). Pada masa kepemimpinannya, Jakpro mengelola ragam proyek strategis kota, seperti Jakarta International Stadium, Taman Ismail Marzuki, hingga Sirkuit Formula E. Ia juga dipercaya sebagai komisaris di berbagai BUMD DKI Jakarta yang berperan penting dalam bidang infrastruktur dan layanan publik. Lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan Universitas Indonesia ini membawa keahlian akuntansi, tata kelola, dan manajemen aset yang sangat relevan dalam mendorong transformasi kota yang transparan, berkelanjutan, dan bertanggung jawab.

  5. Arsitek dan perencana kota, dengan kepakaran pada pendekatan ilmiah, budaya, dan advokasi ruang untuk memperjuangkan kota yang adil, berkelanjutan, dan berdaya warga.

    Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di bidang perencanaan, kebijakan publik, dan pembangunan kota, ia mendirikan Rujak Center for Urban Studies, sebuah lembaga independen yang mengusung keadilan ruang dan transisi ekologis kota. Ia pernah memimpin revitalisasi kawasan Kota Tua Jakarta (2014–2015), menjadi anggota Dewan Riset Nasional, serta aktif menulis buku, kolom, dan esai seputar arsitektur, ruang, dan masyarakat. Lulusan Universitas Indonesia dan Universitas Katholieke Leuven ini juga kerap hadir dalam forum nasional dan global, memperjuangkan masa depan kota yang berakar pada keberlanjutan dan kebudayaan.

  6. Profesional transportasi yang berdedikasi pada misi menghadirkan mobilitas berkelanjutan di kota-kota dunia, dengan pengalaman lebih dari dua dekade di sektor transportasi perkotaan di 10 negara. 

    Ia pernah memimpin Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Southeast Asia sebagai Direktur Teknik, serta Direktur Operasi dan Keselamatan di Transjakarta, untuk mengawal transformasi sistem BRT terbesar di Asia Tenggara. Kini, menjabat sebagai Direktur Pengembangan Bisnis di Kalista (Indika Energy Group) untuk mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Ia juga aktif dalam Masyarakat Transportasi Indonesia dan ITS Indonesia sebagai Sekretaris Jenderal. Sebagai alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) dan University of Leeds, ia dikenal sebagai suara penting dalam desain kebijakan dan integrasi transportasi publik yang berkelanjutan dan berorientasi pada pengguna.

  7. Profesional lanskap kota yang merangkai keahlian pada isu ruang terbuka dan lingkungan, dalam upaya mewujudkan kota yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.

    Berbekal pengalaman lebih dari tiga dekade di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, ia pernah mengabdi sebagai Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, untuk mendorong inisiatif pengembangan ruang terbuka partisipatif berbasis komunitas dan pelestarian infrastruktur hijau di ruang kota. Lulusan Arsitektur Lanskap di Universitas Trisakti, Administrasi di Lembaga Administrasi Negara (LAN), serta Perkotaan & Pembangunan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini berperan penting dalam perwujudan dan pengembangan ruang terbuka hijau, serta tata kelola kota yang adaptif, khususnya di Jakarta.

  8. Arsitek dan perancang kota lulusan Sarjana Arsitektur dan Magister Arsitektur Kota dari Universitas Trisakti. Pernah mengabdi sebagai Senior Advisor di Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta pada periode 2017–2022. 

    Ia berperan aktif dalam berbagai proyek penataan kawasan strategis di Jakarta, seperti Tanah Abang, Gondangdia, CSW Kebayoran, Medan Merdeka, hingga Kota Tua. Ia dikenal dengan pendekatannya yang mengintegrasikan aksesibilitas transportasi publik dengan penataan ruang kota, sehingga menciptakan kawasan yang lebih terstruktur dan efisien. Komitmennya terhadap transformasi kota menjadikannya sosok sentral dalam upaya mewujudkan kawasan perkotaan yang terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan.

  9. Sosiolog teknologi yang memiliki kepakaran pada bidang kajian sains, risiko, dan kebijakan publik dengan wawasan kritis terhadap kota, bencana, dan infrastruktur digital di Asia Tenggara.

    Sebagai Associate Professor di Nanyang Technological University Singapura, ia dikenal atas kontribusinya dalam mengembangkan pendekatan sosioteknis terhadap ketahanan kota dan tata kelola risiko. Karyanya meliputi buku, film dokumenter, dan penelitian kolaboratif tentang perubahan iklim, kota pintar, dan ketimpangan digital, termasuk di Jakarta. Ia meraih gelar doktor dari Rensselaer Polytechnic Institute, serta menyandang gelar master dari Arizona State University dan Institut Teknologi Bandung. Pendekatannya menyatukan analisis ilmiah dan kritik sosial dalam merespons tantangan kota masa depan.

  10. Ekonom dan penasihat kebijakan kota dengan pendekatan strategis dalam menghubungkan pembangunan infrastruktur dan pengelolaan fiskal demi perwujudan kota yang inklusif dan berdaya saing. 

    Mengabdi pada dunia pendidikan sebagai Deputi Rektor Universitas Paramadina dan Co-Founder Paramadina Public Policy Institute, ia juga pernah berperan sebagai Senior Economic Advisor Gubernur DKI Jakarta (2019-2022) serta Staf Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia bidang Ekonomi dan Keuangan (2014-2019). Wijayanto meraih gelar Insinyur Teknik Sipil dari Universitas Gajah Mada dan Master dalam Kebijakan Publik (MPP) dari Georgetown Institut Kebijakan Publik.

  11. Seorang yang menguasai tata kelola ruang publik, sumber daya air, hingga infrastruktur jalan di Jakarta, dengan orientasi pemikiran pada peningkatan aksesibilitas dan perwujudan ruang kota yang inklusif.

    Dengan pengalaman sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI dan Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, ia dikenal sebagai sosok yang memperjuangkan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan, trotoar-jalur sepeda, serta sistem drainase tangguh dalam penanggulangan banjir. Gagasannya, telah membentuk arah modernisasi trotoar sebagai bagian integral dari mobilitas perkotaan, serta sistem penanggulangan banjir di Jakarta.

  12. Penggerak manajemen infrastruktur kota dengan pendekatan strategis dan menyeluruh, spesialisasi pada strategis efektivitas sumber daya, dan kerja-kerja pembangunan sistem mobilitas dan ruang kota yang terintegrasi.

    Berbekal latar belakang Magister Teknik Universitas Tarumanagara, Aprindy memiliki rekam jejak di berbagai posisi strategis, termasuk Direktur Utama PT MRT Jakarta (2022), Komisaris Utama PT LRT Jakarta (2021-2022), dan Direktur Teknik & Pengembangan Bisnis PT Jakarta Propertindo (2021-2022). Sebelumnya, ia meniti karier panjang di beberapa Badan Usaha Milik Negara ternama, mengelola proyek strategis nasional di sektor konstruksi dan properti. Keahliannya mencakup manajemen proyek dan pengembangan investasi, menjadi fondasi dalam memperkuat sistem transportasi publik, konektivitas wilayah, dan transformasi kawasan perkotaan di Indonesia.

Peneliti

  1. Dengan keahlian dalam mengintegrasikan perancangan kebijakan, penelitian akademis, transformasi kelembagaan, pengembangan kapasitas, serta kerangka pemantauan dan evaluasi, Elan adalah seorang ekonom pembangunan yang menjembatani penelitian empiris yang mendalam dengan reformasi kebijakan sosial dan pembangunan manusia di Indonesia. Ia menjabat sebagai Lektor Kepala (Associate Professor) bidang Ekonomi di Universitas Gadjah Mada dan Profesor Afiliasi di Abdul Latif Jameel Poverty Action Lab (J-PAL). Selama lima belas tahun berkiprah di sektor publik (2010–2025), ia memegang peran kepemimpinan kunci di Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) di bawah naungan Sekretariat Wakil Presiden; di sana, ia memelopori perancangan berbasis bukti untuk berbagai inisiatif nasional strategis, seperti penurunan angka stunting, program bantuan tunai bersyarat, bantuan pangan, dan penentuan sasaran penerima bantuan sosial. Selanjutnya, ia menjabat sebagai Penasihat Teknis bagi Menteri Keuangan.

  2. Daniel berprofesi sebagai penginisiasi topik dalam “Digital 4 Development” di GIZ Indonesia & ASEAN. Berbasis di Jakarta, ia bertanggung jawab untuk merancang serta mengarahkan inovasi dan solusi digital dalam portofolio kerja sama pembangunan antara Indonesia dan Jerman. Sebelum bergabung dengan GIZ, Daniel menghabiskan lebih dari 15 tahun berkarier di Deutsche Telekom, di mana ia terlibat dalam merancang, mengembangkan, dan meluncurkan berbagai produk digital. Selama 5 tahun terakhir, ia memimpin kampus hubraum di Berlin—inkubator teknologi milik Deutsche Telekom—dengan fokus pada pengembangan dan dukungan bagi perusahaan rintisan (startup) di bidang teknologi.

  3. Nur Qomariyah adalah seorang konsultan kebijakan dengan pengalaman selama delapan tahun di lingkungan pemerintahan. Di Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, ia mendukung Wakil Menteri dalam mengelola *Perintis Berdaya*, sebuah inisiatif pemberdayaan berskala nasional yang berfokus pada kemajuan ekonomi dan perlindungan pekerja migran. Sebelumnya, ia bekerja sama dengan Gubernur DKI Jakarta untuk mempercepat transformasi digital melalui *Jakarta Kini* (JAKI) dan berbagai inisiatif utama lainnya yang memajukan *Jakarta Smart City*. Sepanjang kariernya, ia telah memimpin perumusan kebijakan di bidang tata kelola digital dan ketahanan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah, sembari menjalin kerja sama bilateral dengan kementerian tingkat nasional dan pemerintah daerah.

Penasihat & Pengawas

  1. Berupaya mendedikasikan diri untuk berkontribusi pada pembangunan Indonesia, dengan fokus peningkatan tata kelola yang baik, demokrasi, dan pemberantasan korupsi. 

    Anies meraih gelar Ph.D. dalam Kebijakan Publik dari Northern Illinois University dan gelar Master dari University of Maryland. Anies telah bertugas dalam ragam peran kepemimpinan sepanjang kariernya, termasuk Rektor Universitas Paramadina (2007-2014), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (2014-2016), dan Gubernur Jakarta (2017-2022), di mana ia terpilih sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Indonesia & bertugas sebagai Wakil Ketua Komite Pengarah C-40 secara internasional.

  2. Percaya bahwa sebuah peradaban akan bertahan dan berkembang melalui dua kekuatan: Kemampuan manusia dan hati nurani.

    Sejak Januari 2018, Totok bertugas sebagai Senior Policy Advisor di Governors Delivery Unit Provinsi DKI Jakarta. Ia juga pernah bertugas sebagai Wakil Rektor bidang Akademik di Universitas Paramadina pada periode 2007 hingga 2017, serta bertugas sebagai Direktur Riset di PPPI dan Spesialis Pengetahuan & Manajemen Pendidikan di ACDP. Totok juga aktif sebagai Anggota Juri dan Ketua Frans Seda Award. Ia meraih gelar Ed.D. dari Boston University, MA dari Emerson College, dan Sarjana dari IPB, serta pernah bekerja sebagai Asisten Peneliti di Harvard University selama studi doktoralnya.

  3. Mendapatkan gelar Magister Kebijakan Publik dari Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore.

    Nizar memiliki pengalaman di sektor pertambangan, bertugas sebagai Kepala Departemen Dukungan di PT Multi Tambangjaya Utama di Kalimantan Tengah (2013-2014) dan sebagai Manajer Senior di PT Indika Energy Tbk (2010-2012).

    Ia juga pernah bertugas sebagai Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI (2014-2016). Pada tahun 2015, ia diangkat sebagai Komisaris PT Patra Jasa dan pada tahun 2021, dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Harapan Bersama.

Dewan Ahli

  1. Pakar teknologi dan kebijakan publik yang bekerja dalam ekosistem inovasi digital dan tata kelola perkotaan, dengan komitmen memanfaatkan teknologi untuk pembangunan yang berpusat pada warga. Ia memandang kota sebagai laboratorium kompleks tempat data, sistem, dan pengalaman manusia berinteraksi membentuk solusi urban masa depan.

    Dengan latar akademik dari University of Newcastle Australia serta Rajaratnam School of International Studies di Nanyang Technological University, kiprahnya menjembatani teknologi, ekonomi politik internasional, dan inovasi publik. Ia terlibat dalam transformasi digital perkotaan melalui Jakarta Smart City dan Bappeda DKI Jakarta, serta berkolaborasi dengan jejaring global seperti UNDP Asia Pacific, ASEAN Smart Cities Network, dan World Economic Forum.

  2. Infrastruktur

  3. Stella Mailoa adalah salah satu pendiri written.id, sebuah platform daring independen yang berbasis di Jakarta dan mengeksplorasi persinggungan antara seni dan desain. Dengan pengalaman lebih dari satu dekade di media gaya hidup, Stella dikenal memiliki kepekaan editorial yang tajam dan semangat dalam bercerita. Melalui written.id, ia berkomitmen untuk menghadirkan konten yang reflektif dan mudah diakses, yang merayakan kreativitas serta melibatkan khalayak luas dalam lanskap budaya yang terus berkembang saat ini.

  4. Seorang perancang kota dan profesional di bidang keberlanjutan serta energi terbarukan, dengan keahlian dalam perancangan kota responsif iklim (climate-responsive urban design), mitigasi fenomena pulau panas perkotaan (urban heat island), dan integrasi energi bersih. Meraih gelar Sarjana Perencanaan Wilayah dan Kota serta Magister Rancang Kota dari Institut Teknologi Bandung (ITB), ia menerima penghargaan Tesis Magister Terbaik pada tahun 2024. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Business Development Manager di PT Kawasan Industri Jorong, yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian No. 12 Tahun 2024 dan No. 16 Tahun 2025. Saat ini, ia berkiprah di bidang Battery Energy Storage Systems (BESS) dan energi terbarukan di PT Sirus Eco Energy. Kiprahnya mengintegrasikan pembangunan perkotaan berkelanjutan dengan teknologi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), guna mendukung terwujudnya energi net-zero dan kota berkelanjutan.

Eksekutif dan Operasional

  1. Seorang profesional dengan pengetahuan-pengalaman  dalam urusan strategis pemerintahan dan mendorong perubahan sosial, serta seorang ahli dalam manajemen kinerja, pendidikan, komunikasi politik dan kebijakan publik. 

    Dedi memainkan peran penting dalam memulai jenama  kota Jakarta, “Plus Jakarta.” Kariernya mencakup posisi sebagai Anggota Komite Sumber Daya Manusia di Kantor Dewan Komisaris PT Transjakarta (2020-2024), Direktur Operasional di TGUPP Pemprov DKI Jakarta (2018-2022), dan Konsultan Senior di PWC Consulting (2017-2018). Dedi meraih gelar Master of Science di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia dari University of Edinburgh Business School.

  2. Seorang yang percaya bahwa kolaborasi adalah kunci untuk mewujudkan kota yang ideal.

    Wiliam adalah pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Urun Daya Kota. Saat ini, ia sedang menempuh gelar Magister di bidang studi Pengembangan Perkotaan di Sekolah Kajian Stratejik & Global, Universitas Indonesia.

    Wiliam aktif terlibat dalam berbagai inisiatif yang mengupayakan pengembangan kota yang partisipatif-kolaboratif. Ia juga pernah bertugas sebagai Analis Kebijakan di Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan Pemprov DKI Jakarta (2021-2022).

  3. Fransisca meraih gelar Magister dalam Perencanaan Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan dari Universitas Indonesia.

    Kariernya dimulai sebagai Patriot Energi di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (2015-2016). Ia juga pernah bertugas  sebagai Analis Kebijakan untuk Tim Sinkronisasi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Terpilih (2017), berperan sebagai Manajer Kebijakan dan Manajer Sumber Daya Manusia di TGUPP Pemprov DKI Jakarta (2017-2022). Ia juga bergabung dalam Tim Sekretariat Jenderal dan Tim Bendahara Umum untuk Tim Pemenangan Nasional Pasangan Capres-Cawapres RI 2024 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (2023-2024).

  1. Alumnus Sastra Indonesia Universitas Padjadjaran, Raihan mengembangkan minat pada riset, penulisan kreatif, dan jurnalisme sebagai cara dalam mengenali dan memahami dinamika kota. Dalam pengalamannya, ia pernah menjadi jurnalis data di sejumlah media massa, terlibat dalam ekosistem pers mahasiswa se-Bandung Raya, serta menjadi peneliti lepas. Saat ini, ia berperan sebagai Research & Communication Manager di Urun Daya Kota, dengan fokus pada pengembangan riset, komunikasi, dan narasi dalam memahami dinamika kota melalui pendekatan kreatif.

  2. Alumnus Akuntansi Universitas Tarumanagara, Karen berpengalaman pada beberapa inisiatif pengelolaan keuangan dan operasional. Minatnya pada bidang manajemen keuangan, serta keterlibatannya dalam berbagai aktivitas kerelawanan dan kegiatan sosial tentang kota, membentuk perspektifnya dalam melihat tata kelola sebagai bagian yang penting dari upaya kolektif mewujudkan kota ideal untuk semua.

  3. Sehna adalah profesional administrasi yang mengutamakan ketelitian, keteraturan, dan efisiensi dalam mendukung operasional sehari-hari. Ia mengelola dokumen, menata data, menyusun proposal dan laporan, serta memastikan kebutuhan kantor terpenuhi agar alur kerja berjalan lancar dan efektif. Dengan latar belakang pendidikan manajemen serta pengalaman di bidang administrasi, pengendalian kualitas, dan produksi, ia memadukan kecermatan dengan pendekatan kerja yang praktis dan sistematis.

  4. Berbekal latar belakang pendidikan di bidang sejarah dan humaniora dari Universitas Sebelas Maret, Delia mengembangkan narasi berbasis riset yang menghubungkan berbagai gagasan, manusia, dan isu perkotaan. Ia memiliki ketertarikan pada cara orang berkomunikasi dan saling terhubung terhadap ragam isu, serta gemar mengemasnya melalui cerita, konten yang mudah dipahami, dan percakapan publik yang menarik. Saat ini, ia menjabat sebagai Communication Affairs Officer di Karsa CityLab dan Internal Affairs Officer di Forum Diskusi Transportasi Jakarta. Ia meyakini bahwa kota harus memberikan kebebasan bagi warganya untuk berekspresi, berkarya, dan berkolaborasi dalam membangun kota melalui berbagai cara, tanpa hambatan ataupun batasan.

  5. Davin adalah seorang sarjana manajemen dari Universitas Indonesia yang menghubungkan dinamika cepat sektor FMCG, tempat ia mengasah kemampuan operasionalnya sebagai pengawas, dengan ketertarikan yang kuat pada dunia bisnis, pemasaran, dan kebijakan publik. Landasan strategis ini terbentuk melalui rekam jejaknya di organisasi mahasiswa dengan memegang peran kepemimpinan tingkat eksekutif. Saat ini, Davin berperan sebagai Junior Business Analyst di Karsa CityLab, memadukan seluruh pengalaman tersebut untuk mendalami bagaimana strategi bisnis, pemasaran, dan arah kebijakan saling berkelindan.

  6. Odelia aktif terlibat dalam perencanaan serta kebijakan perkotaan guna mendukung tata kota yang partisipatif. Berbekal latar belakang pendidikan Arsitektur Lanskap dari Universitas Udayana, ia memiliki komitmen dalam pengembangan ruang terbuka hijau, mobilitas berkelanjutan, dan ketahanan kota. Perjalanan karir profesionalnya diawali melalui pengalaman di Shirvano Consulting dan Kementerian PUPR, yang berfokus pada perencanaan tata ruang dan infrastruktur. Ia turut memperluas keterlibatannya melalui advokasi bersama Ayo Ke Taman dan Transport for Jakarta, berkolaborasi dengan komunitas untuk mewujudkan ruang publik yang inklusif.

  7. Sarjana Arsitektur dari Universitas Indonesia yang menerapkan pendekatan berbasis riset dalam arsitektur dan perencanaan kota, serta memiliki ketertarikan kuat terhadap persinggungan antara budaya, bahasa, dan lingkungan. Ia memiliki minat khusus pada pendekatan lintas disiplin yang dapat menerjemahkan wawasan kontekstual menjadi strategi nyata.