Pengantar:
Berangkat dari teori participatory, collaborative, governance, dan adaptive governance, kami menekankan pentingnya keterlibatan warga sebagai penyampai aspirasi dan aktor dalam mendefinisikan masalah serta berkontribusi dalam sebuah solusi kebijakan. Kajian ini hadir sebagai model kerja formal baru yang melibatkan masyarakat dalam penyusunan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Melirik pendekatan dan implementasi dari Singapura melalui GovTech Singapore (Hack for Public Good) serta participatory budgeting di Amerika Latin dan Eropa, melihat partisipasi masyarakat mulai dari perumusan masalah, sintesis tantangan, hingga uji coba solusi kebijakan menjadi sebuah model kerja baru yang lebih kontekstual bagi kami dalam mengimplementasikan demokrasi lokal, serta mendukung visi Jakarta sebagai kota yang adaptif, inklusif, dan inovatif.
Berkolaborasi bersama Badan Perencanaan dan Pembangunan Provinsi DKI Jakarta, kami melakukan demo Participatory City Governance (PCG) serta mendorong kajian ini sebagai praktik tata kelola kota, menggabungkan partisipasi publik, kolaborasi lintas sektor, dan eksperimen kebijakan.